Selasa, 03 Juni 2014

Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Berbudaya

Manusia adalah salah satu mahluk Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna diantara semua mahluk ciptaan-Nya. Manusia dibekali sesuatu yang amat berharga dan istimewa yang tidak dibekalkan Tuhan Yang Maha Esa kepada mahluk ciptaan-Nya yang lain, dengan akal manusia dapat membuat keputusan diantara beberapa pilihan yang ada, mengambil pelajaran yang terjadi dalam kehidupannya baik itu kejadian menyenangkan dan tidak menyenangkan baginya, serta dapat mempertimbangkan baik burunya segala hal yang akan mempengaruhi kehidupannya.
Dalam kehidupannya manusia menjalani banyak aktifitas, mulai dari aktifitas pribadi, keluarga, etnis/suku, kelompok dan masyarakat. Dari aktifitas-aktifitas tersebut kegiatan yang melibatkannya etnis/sukunya yang memiliki kekhasan tersendiri. Pada umumnya kegiatan yang terjadi dalam kalangan suatu suku atau etnis merupakan warisan turun-temurun dari para leluhur-lehuhur mereka. Sedangkan sifat dari kegiatan-kegiatan tersebut umumnya sacral atau dianggap suci dan bernilai oleh kalangan masyarakat suku atau etnis tersebut.

A.       Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.

1.     Manusia tunduk pada aturan, norma sosial
2.     Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
3.     Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
4.     Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia
  • Ruang lingkup sosial budaya
Dalam sosial budaya juga dikenal sistem sosial budaya, artinya keseluruhan dari unsur-unsur tata nilai, tata sosial, dan tata laku manusia yang saling berkaitan dan bekerja sama saling mendukung untuk mencapai tujuan hidup bermasyarakat.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu:

B.        Manusia sebagai Makhluk yang Berbudaya

            Manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil, maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya.
Budaya adalah suatu pola dari asumsi-asumsi dasar (keyakinan dan harapan) yang ditemukan ataupun dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu dari organisasi, dan kemudian menjadi acuan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan adaptasi keluar dan integrasi internal, dan karena dalam kurun waktu tertentu telah berjalan atau bekerja dengan baik, maka dipandang sah, akhirnya kebudayaan dibakukan bahwa setiap anggota organisasi harus menerimanya sebagai cara yang tepat dalam pendekatan pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi.
Sedangkan kebudayaan yaitu sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Kata budaya atau kebudayaan itu sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Pengaruh manusia dan kebudayaannya dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan. Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak dari luar. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan seseorang dapat mengetahui, mengapa di sebuah lingkungan tertentu akan berbeda kebiasaanya dengan lingkungan lainnya dan mengasilkan kebudayaan yang berbeda pula. 
Sosial dalam arti masyarakat atau kemasyarakatan berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan sistem hidup bersama dalam masyarakat. Budaya atau kebudayaan adalah cara atau sikap hidup manusia dalam hubungannya dengan alam dan lingkungan sekitarnya. Jadi, sosial budaya adalah sekelompok masyarakat yang bekerja bersama-sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan hidup dalam bermasyarakat.
Manusia adalah orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. Keduanya tidak dapat dipisahkan dan merupakan dwitunggal. Tak ada masyarakat tanpa kebudayaan dan juga sebaliknya. Sosial budaya merupakan bagian dari kehidupan kita sebagai anggota masyarakat. Sebagai makhluk sosial maka kita menjadi bagian dalam sebuah sistem kemasyarakatan yang mencakup bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta hukum.
Saat kita hidup bermasyarakat maka akan menghasilkan sebuah kebudayaan. Masyarakat dan kebudayaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Tidak ada masyarakat tanpa kebudayaan dan tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya. Dalam sebuah kebudayaan dikenal dengan nama unsur-unsur kebudayaan, sebagai berikut:
      1)      Peralatan dan perlengkapan hidup manusia
      2)      Mata pencarian
      3)      Bahasa
      4)      Kesenian
      5)      Sistem pengetahuan
      6)      Religi

Kesimpulan :

            Kita sebagai makhluk yang diberi kemampuan berfikir untuk bersosial dan berbudaya, Pertukaran kebudayaan memang ada unsur negatif dan positifnya, tapi kita harus tetap menjaga citra sosial dan budaya kita sendiri.Budaya yang juga berarti keseluruhan dari unsur-unsur tata nilai, tata sosial, dan tata laku manusia yang saling berkaitan dan bekerja sama saling mendukung untuk mencapai tujuan hidup bersama. Maka masyarakay sosial dan kebudayaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Tidak ada masyarakat tanpa kebudayaan dan tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya.


Nama         : Alan Ahmad Maulana
NPM         : 1KA40
Fakultas     : Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Jurusan       : Sistem Informasi


Read More..

Jumat, 18 April 2014

Mengingatkan kita pada anak Yatim Piatu

Inilah untaian aksara tanpa nada.
Yang ku tulis dalam sayup gejolak jiwa.
Terukir dari pandangan realita.
Dan tertumpah sebagai syair tanpa irama.
Yang ku teriakkan kencang jauh di lubuk jiwa.

Duhai anak yatim piatu.
Engkau tak punya ayah juga ibu.
Kesepian selalu datang menyelimutimu.
Kegundahan acap kali menghantuimu.

Jauh diseberang angan menerawang.
Berandai kasih sayang yang tak kunjung datang.
Berhayal cinta yang tak jua tiba.
Memimpikan bahagia yang hanya fatamorgana.

Duhai anak yatim piatu.
Tangis dan lapar adalah hidanganmu.
Bernostalgia dalam pesona semu.
Adalah upah yang engkau terima di hidupmu

Tatkala kami di takdirkan bahagia.
Engkau berperang dengan derita.
Dimana kami tersenyum semi.
Dirimu menangis dalam sepi.

Duhai anak yatim piatu.
Kegersangan hati datang menjemputmu.
Kotradiksi batin yang kian menggebu.
Menahan benturan jiwa abu-abu.
Berpijak pada hidup yang tak menentu.
Tersudut senyap menangis sedu.

Duhai anak yatim piatu.
Meski nestapa selalu hadir di hadapmu.
Namun jangan engkau sesali hidupmu.
Terus semangat menggapai mimpimu.
Mewujudkan cita dan anganmu.

Jangan putus asa dan menyerah.
Terjang rasa pedih dan gundah.
Leburkan rasa penat dan resah.
Percaya diri untuk meraih berkah.
Jangan hanya mengandalkan sedekah.
Tapi yakinlah dengan tanganmu. engkau akan berubah.
Melesat dari hidup susah.
Berenang menuju kehidupan mewah.

"Duhai Anak Yatim Piatu"

Inilah puisi yang ku buat untukmu.
Tertulis dari tinta hati dan pena jiwa ku.
Sebagai penggugah semangatmu.
Agar kau mampu hengkang.
Dari selubung problema yang mengekang.

Tetap semangat kawan...
Kami disini berdo'a dan mendukungmu...
Read More..

Rabu, 19 Maret 2014

KETERKAITAN ILMU BUDAYA DASAR DENGAN SISTEM INFORMASI


Ilmu budaya dasar dengan Sistem Informasi, adakah Keterkaitan dari Ilmu budaya dasar dengan Sistem Informasi ? Tentu saja ada… 

Okay.. Sebelum kita membahas Keterkaitan Ilmu budaya dasar dengan Sistem Informasi, Sebaiknya kita menelusuri terlebih dulu masing-masing pengertian dan definisi dari ilmu budaya dasar dan Sistem informasi tersebut. 

Pengertian Ilmu Budaya Dasar 

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah – masalah manusia dan kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang aslinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Pengetahuan budaya mempunyai tujuan yaitu, untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Maksud dari tujuan di atas yaitu, kita sebagai manusia harus saling mengerti dan menghormati setiap kebudayaan yang ada dan yang dijalankan oleh masing – masing masyarakat yang memiliki budayanya sendiri.Adanya budaya sangatlah penting dalam menjalankan hidup ini dan merupakan salah satu faktor penunjang dalam berorganisasi. Karena, budaya juga bisa diartikan sebagai sikap atau etika yang pasti dimiliki oleh semua orang. Mengerti budaya, pasti mengerti juga tentang perlunya beretika sopan pada siapapun, dimanapun, kapanpun, dan apapun dalam menghadapi persoalan yang ada. Jadi, adanya budaya sangatlah membantu kita untuk membangun cara berpikir kita dalam beretika kepada setiap orang.

(http://iqbal1991.wordpress.com/2011/03/02/hubungan-ilmu-budaya-dasar-dengan-sistem-informasi/) 

Tujuan Ilmu Budaya Dasar 

Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budaya dasar adalah suatu ILMU yang mempelajari tentang dasar-dasar Kebudayaan, Dan Budaya memang merupakan salah satu jiwa dari nilai-nilai yang ada di masyarakat Jika diperinci maka tujuan pengajaran ilmu budaya dasar itu adalah :
  1. Menimbulkan minat untuk mendalaminya. 
  2. Lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, serta lebih bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut. 
  3. Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri.
  4. Menyadarkan kita terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat. 
Dengan ringkas dapat disebutkan bahwa tujuan IBD adalah :
Perlunya Melakukan PEMBENTUKAN pemikiran yang khususnya berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan,agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan budaya dapat diperluas.

(http://imanizty.wordpress.com/2012/06/06/tujuan-ilmu-budaya-dasar/)

Pengertian Sistem Informasi 

Sistem informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Definisi Sistem Informasi Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis. Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis. Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi. Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan. Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika. Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi. Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi)

Hubungan Sistem dengan Budaya 

Sistem budaya adalah suatu aturan yang mengatur budi dan akal manusia dalam suatu kesatuan agar tetap teratur dan sejalan dengan budaya masing-masing daerah. Di atas telah dikatakan sistem adalah kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak. Dan budaya adalah sesuatu perilaku dari sekelompok masyarakat yang menjadi suatu tradisi atau kebiasaan yang dilakuukkan secara turun temurun dari sekelompok masyarakat dan itu menjadi ciri khas dari kelompok mereka. Menurut saya hubungan antara sistem dan budaya adalah dalam hal penggerak dan kesatuan bagian yang saling berhubungan . Budaya di Indonesia pasti ada penggerak atau yang malukukan kegiatan kebudayaan tersebut, yaitu masyarakat Indonesia itu sendiri. Indonesia memiliki banyak ragam suku-suku sehinngga budaya yang ada di Indonesia bermacam-macam. Walaupun berbeda-beda suku dan budaya, Indonesia memiliki ‘binika tunggal ika’ yang artinya walaupun berbeda-beda tapi tetap satu jua. Jadi suatu sistem yang menghubungkan budaya di Indonesia adalah sebuah negara Indonesia yang dipimpin seseorang Presiden. Presiden mengatur pergerakan sistem di Indonesia agar perdamaian selalu terjalin di sini.

(http://intan-berduri.blogspot.com/2010/10/hubungan-sistem-informasi-dan-ilmu.html)

Hubungan Informasi dengan Budaya 

Informasi dan Budaya mencakup aspek-aspek seperti nilai-nilai sikap dan perilaku yang dapat mempengaruhi orang-orang agar orang-orang tersebut dapat menjadi pribadi yang lebih baik dengan memperkenalkan mereka dengan budaya informasi, namun tidak semua budaya informasi dapat berdampak positif ada yang dapat memperburuk pribadi seseorang jika budaya informasi yang diberikan melenceng.

(http://suryarizaputra.wordpress.com/2010/02/20/sistem-informasi-x-ilmu-budaya-dasar/)

Globalisasi pada hakikatnya ternyata telah membawa nuansa budaya dan nilai yang mempengaruhi selera dan gaya hidup masyarakat. Melalui media yang kian terbuka dan terjangkau, masyarakat menerima berbagai informasi tentang peradaban baru yang datang dari seluruh penjuru dunia. Begitulah, misalnya, banjir informasi dan budaya baru yang dibawa media tak jarang teramat asing dari sikap hidup dan norma yang berlaku. Terutama masalah pornografi, dimanasekarang wanita-wanita Indonesia sangat terpengaruh oleh trend mode dari Amerika dan Eropa yang dalam berbusana cenderung minim, kemudian ditiru habis-habisan. Sehingga kalau kita berjalan-jalan di mal atau tempat publik sangat mudah menemui wanita Indonesia yang berpakaian serba minim mengumbar aurat. Di mana budaya itu sangat bertentangan dengan norma yang ada di Indonesia. Belum lagi maraknya kehidupan free sex di kalangan remaja masa kini. Pengaruh informasi terhadap budaya ini memang menyebabkan pengaruh yang paling parah. Kalau di negara Indonesia ini hamper semua masyarakatnya telah mengikuti budaya yang seperti di Amerika dan Eropa, pasti akan ada perpecahan dari dalam negeri ini, akan ada pertentangan yang mungkin akan berdampak buruk bila orang yang mengikuti gaya Eropa dan Amerika itu melawan. Karena kalau mereka melawan, mereka akan berfikir negara Indonesia ini seperti negara luar yang bebas. Jadi mereka akan melakukan tindakan yang bebas sesuka hati mereka untuk mempertahankan gaya yang ditiru oleh mereka. Kehidupan sosial masyarakat juga ikut berdampak akibat perkembangan informasi tersebut, terutama pada perkembangan internet. Dampak dari pengaruh tersebut adalah kurangnya sikap gotong-royong dari masyarakat, individualisme terlihat pada masyarakat kota. Hubungan sosial yang terjalin di masyarakat kita bisa hanya dengan menggunakan via hand phone atau via email. Memang cara seperti itu praktis, cepat dan mudah. Tapi tanpa sadar mereka tidak dapat bersilaturahmi secara langsung. Pengaruh positif dari informasi yang berkembang di dunia bagi budaya yaitu pengetahuan budaya. Indonesia yang belakangan ini budayanya yang dimiliki sering diakui atau diklaim oleh negara lain kini seluruh dunia dapat melihat dan mengenal bagaimana kebudayaan di Indonesia, sehingga seluruh dunia dapat tau bagaimana isi di setiap masing-masing negara, sebenarnya selain memamerkan bdayanya, Indonesia juga harus memberikan hak paten terhadap budaya-budayanya agar tidak di curi lagi oleh negara lain kalau Indonesia sudah mengukuhkannya. Jadi mudah-mudahan tidak akan ada lagi pengakuan dari Negara-negara lain terhadap kebudayaan bangsa Indonesia.

( http://intan-berduri.blogspot.com/2010/10/hubungan-sistem-informasi-dan-ilmu.html ) 

Kesimpulan :
Ilmu Budaya Dasar, adalah ilmu gabungan, yang secara bersama atau sendiri dapat dipakai sebagai alat untuk memecahkan masalah manusia sebagai makhluk yang berbudaya, baik dalam kedudukannya sebagai makhluk individu, sosial, maupun ciptaan Tuhan Informasi merupakan elemen dari kehidupan manusia yang saling terkait satu sama lainnya. Manusia berinteraksi kepada yang lain untuk dapat saling bertukar informasi. Banyak hal yang dapat terjadi dari proses sebuah informasi tersebut. Maka perlu adanya pengelolaan yang baik dalam hal ini merupakan fungsi dari sistem informasi. Namun dalam pelaksannanya seorang professional dibidang tersebut perlu melihat dampak dari sebuah sistem yang mereka buat. Karenanya tidak bisa diabaikan hal ini karena hanya mementingkan sesuatu keinginan akan sebuah ambisi saja. Maka dari itu terjadi hubungan yang sangat erat antara sistem informasi dengan ilmu budaya dasar. Yakni agar mereka yang professional dibidang informasi mampu melihat mengenai masalah-masalah manusia dan budaya. Memperluas wawasan mereka dalam menyesuaikan dengan lingkungannya, peka terhadap lingkungan budaya serta kritis terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kemanusiaan dan budaya. 

Keritik :
 Sistem informasi yang masih banyak disalahgunakan oleh masyarakat luas. contohnya bidang budaya, politik dan teknologi informasi. 

Saran : 
 Alangkah lebih baiknya jika pemerintah lebih mengembangkan lagi ilmu budaya melalui sistem informasi dengan cara melakukan penyaringan jaringan internet dan kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia . Dan sebaiknya para orang tua menanamkan kebudayaan yang baik pada setiap anaknya sejak kecil dan membatasi pergaulan perkembangan teknologinya dari segi negative.



Nama              : Alan Ahmad MAulana
NPM               : 10113572
Fakultas          : Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Jurusan           : Sistem Informasi

Tugas SOFTSKILL Ilmu Budaya Dasar
Read More..

Jumat, 06 Desember 2013

Keragaman dan Kesetaraan

Tugas Softskill Ilmu Sosial Dasar
Nama : Alan Ahmad Maulana
NPM : 10113572
Kelas : 1KA40


Kesetaraan dan Keragaman Manusia



Dalam paham Multikulturalisme, kesederajatan dan atau kesetaraan sangat dihargai untuk semua budaya yang ada dalam masyarakat, karena keragaman tanpa kesetaraan akan muncul diskriminasi.
Perkembangan pembanguna yang terjadi dalam dua dekade terakhir di indonesia menjadikan pertemuan antar orang dari berbagai kelompok suku dan budaya sangat mudah terjadi terlebih masyarakt indonesia adalah majemuk. hal itu tentu saja akan menimbulkan banyak goncangan dan persoalan. karena itu sebelum menjadi sebuah konflik yang keras, indonesia sudah selayaknya mempersiapkan masyarakatnya mengenai adanya keragaman dan kesetaraan.

Hakikat Kesetaraan dan Keragaman Manusia

* Makna Keragaman manusia : Keragaman manusia dimaksudkan bahwa setiap manusia memiliki perbedaan. perbedaan itu ada karena manusia adalah makhluk individu yang setiap individu memiliki ciri-ciri khas sendiri. Perbedaan utama dilihat dari sikap-sikap peribadi, misalnya sikap, watak, kelakuan, tempramen, dan hasrat. jadi, sebagai manusia pribadi adalah unik dan beragam.

* Makna Kesetaraan Manusia : Kesetaraan manusia bermakna bahwa manusia sebagai makhlluk tuhan memiliki tingkat atau kedudukan yang sama. Tingkatan atau kedudukan yang sama itu bersumber dari pandangan bahwa semua manusia tanpa dibedakan adalah diciptakan dengan kedudukan yang sama, yaitu sebagai makhluk mulia dan tinggi derajatnya dibanding makhluk lain.

Kemajemukan dan Kesetaraan sebagai kekayaan sosial budaya bangsa

Kemajemukan sebagai kekayaan bangsa indonesia
Kemajemukan adalah karakteristik sosial budaya indonesia. selain kemajemukan karakteristik indonesia yang lain adalah sebagai berikut : (Sutarno, 2007)
a) Jumlah penduduk yang besar
b) Wilayah yang luas
c) Posisi Hilang
d) Kekayaan alam dan daerah tropis
e) Jumlah pulau yang banyak
f) Pesebaran pulau

Kesetaraan sebagai warga indonesia
Pengakuan akan prinsip kesetaraan dan kesederajatan itu secara yuridis di akui dan dijamin oleh negara melalui UUD'45. Warga negara tanpa dilihat perbedaan ras, suku, agama, dan budayanya diperlakukan sama dan memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan negara indonesia mengakui adanya prinsip persamaan kedudukan warga negara indonesia.

Problematika Keragaman dan Kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara

Keragaman adalah modal, tetapi sekaligus potensi konflik yang terdiri dari 2 fase, yaitu fase disharmoni dan fase disintegrasi.
Satu hal yang penting adalah meningkatkan pemahaman antar budaya dan masyarakat yang mana sedapat mungkin menghilangkan penyakit budaya ( etnosentrisme, stereotip, prasangka, rasisme, diskriminasi, dan space goating.
# Solusi lain yang dapat dipertimbangkan untuk memperkecil masalah yang diakibatkan oleh keragaman tersebut adalah :
- Semangat Religius
- Semangat nasionalisme
- Semangat Pluralisme
- Dialog antar umat beragama
- Membangun suatu pola komunikasi untuk interaksi maufun konfigurasi hubungan antar agama, media massa, dan harmonisasi dunia.

Problem Kesetaraan Serta solusi dalam kehidupan
Problem yang terjadi dalam kehidupan, umumnya adalah mulculnya sikap dan prilaku untuk tidak mengakui adanya persamaan derajat, hak, dan kewajiban, antar manusia atau antar warga. prilaku yang membeda-bedakan orang disebut diskriminasi.

Upaya untuk menekan dan menghapus praktik-praktik diskriminasi
> Perlindungan dan penegakan HAM disetiap ranah kehidupan manusia ( UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM )
> Penghapusan diskriminasi rasial yaitu ditandai dengan penghapusan surat bukti kewarganegaraan republik indonesia (SBKRI) melalui keputusan presiden No. 56 Tahun 1996 dan instuksi presiden No. 4 Tahun 1999. dan imlek sebagai hari libur nasional.
> Mencegah terjadinya prilaku diskriminatif dalam rumah tangga, antara lain telah ditetapkan UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan UU No. 23 Tahun 2004 Tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).



KESIMPULAN



Keragaman adalah perbedaan yang indah, sehingga dalam keragaman kita harus berpikir keindahan yang sangat unik. Marilah kita berfikir keindahan saat kita menemukan perbedaan sehingga kita dapat memberikan suatu yang berarti dalam kehidupan kita. dan itulah hakikat dari keragaman dan perbedaan.





sumber : http://www.slideshare.net/kodokpohon/hakekat-keragaman-dan-kesetaraan-manusia-isbd
Read More..

Kamis, 05 Desember 2013

Manusia dan Kemanusiaan

Tugas Softskill Ilmu Sosial Dasar
Nama : Alan Ahmad Maulana
NPM : 10113572
Kelas : 1KA40


Manusia dan Kemanusiaan


Dalam suasana kemajuan sains dan teknologi dewasa ini, masalah hakikat manusia dan kemanusiaan menjadi semakin aktual untuk di kaji. Urgensi kajian ini lebih terasa lagi setelah disadari bahwa pengetahuan kita kita sendiri tantang hakikat manusia masih sangat terbatas. Keterbatasan pengetahuan tersebut disebabkan multikompleks-nya permasalahan manusia. Selain itu, manusia adalah satu-satunya makhluk ciptaan Allah yang dihembuskan roh ciptaan Allah kepada dirinya. Persoalan roh adalah urusan tuhan, sementara manusia hanya diberikan sedikit pengetahuan tentang hal itu.

1. Manusia menurut Soisiolog
Manusian menurut pandangan sosiologi adalah bahwa manusia itu adalaha mahluk yang saling bergantung dengan orang lain. Artinya manusia pada hakikatnya sejak lahir selalu membutuhkan bantuan orang lain dan tidak bias hidup sendiri bahkan sampai akhir usianya pun manusia selalu memerlukan bantuan orang lain.

2. Manusia Menurut Bangsa Komunis
Manusian menurut pandangan komunis adalaha bahwa manusia merupakan mahluk manusia sebagai makhluk biologis, yang diutamakan adalah unsur materi, karena itu Tuhan yang bersifat immaterial (transenden) ditolak eksistansinya dan agama adalah candu masyarakat adapun manusia sebagai makhluk ekonomis (homo economicus) maka faktor kerja dan produksi lah yang merupakan hakikat manusia.

3. Manusia Menurut Budaya Barat
Para ahli dari berbagai disiplin ilmu telah mengemukakan jawaban yang bervariasi tentang manusia. Pandangan ahli ilmu Mantiq (Logika) menyatakan bahwa manusia adalah hewan yang berfikir (hayawan al-nathiq).Negara barat menyebutkan manusia sebagai makhluk individu, dari sinilah munculnya hak asasi manusia karena manusia sebagai makhluk individu yang mengatur segalanya sendiri tanpa ada campur tangan orang lain.

4. Manusia Menurut Ilmu Ekonomi
Menurut ilmu Ekonomi manusia adalah mahluk material dimana manusia adalah mahluk yang bekerja untuk menhasilkan uang dan memperoleh keuntungan.

5. Manusia menurut Agama
Agama mengatakan manusia adalah makhluk yang senantiasa bergantung kepada kekuatan “Supranatural” yang ada diluar dirinya. Dalam al-quran istilah manusia ditemukan 3 kosa kata yang berbeda dengan makna manusia, akan tetapi memilki substansi yang berbeda yaitu kata basyar, insan dan al-nas. Dengan demikian Al-Quran memandang manusia sebagai makhluk biologis, psikologis, dan social. Manusia sebagai basyar, diartikan sebagai makhluk social yang tidak biasa hidup tanpa bantuan orang lain dan atau makhluk lain.

1. Dimensi kesosilaan
dimensi kesosialan pada diri manusia tampak lebih jelas pada dorongan untuk bergaul,dengan adanya dorongan untuk bergaul,setiap orang ingin bertemu sesamanya. Manusia dilahirkan sebagai suku bangsa tertentu dengan adat kebudayaan tertentu pula. Sebagai anggota suatu masyarakat, seseorang berkewajiban untuk berperan dan menyesuaikan diri serta bekerja sama dengan masyarakat.masih banyak contoh-contoh lain yang menunjukan betapa dorongan sosialitas tersebut demikian kuat tanpa orang menyadari sebenarnya ada alasan yang cukup kuat.seorang filosof Immanuel Kant menyatakan manusia hanya menjadi manusia jika berada diantara manusia,maksudnya tidak ada seorang manusia pun yang dapat hidup seorang diri tanpa membutuhkan orang lain. Seorang dapat mengembangkan kegemarannya, sikapnya,cita-citanya didalam interaksi dengan sesamanya.seseorang berkesempatan untuk belajar dari orang lain,mengidentipikasi sifat-sifat yang dikagumi dari orang lain untuk di milikinya,serta menolak sifat-sifat yang tidak dicocokinya.hanya didalam berintraksi dengan sesamanya,dalam saling menerima dan memberi,seseorang menyadari dan menghayati Kemanusiaannya.banyak bukti bahwa anak manusia tidak akan menjadi manusia bila tidak ada berada diantara manusia.

2. Dimensi kesusilaan
Susiala berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan lebih tinggi.akan tetapi dalm kehidupan bermasyarakat orang tidak cukup hanya berbuat yang pantas jika didalamyang pantas atau sopan itu misalnya terkandung kejahatan terselubung. dimensi kesusilaan disebut juga keputusan yang lebih tinggi.kesusilaan diartikan mencakup etika dan etiket.etika adalah (persoalan kebaikan ) sedangkan etiket adalah (persoalan kepantasan dan kesopanan ). pada hakikatnya manusia memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan susila,serta melaksanakannya.sehingga dikatakan manusia itu makhluk susila.persoalan kesusilaan selalu berhubungan erat dengan nilai-nilai kehidupan.Susila berkembang sehingga memiliki perluasan arti menjadi kebaikan yang lebih sempurna. Manusia dengan kemampuan akalnya memungkinkan untuk menentukan sesuatu manakah yang baik dan manakah yang buruk, manakah yang pantas dan manakah yang tidak pantas.Dengan pertimbangan nilai-nilai budaya yang dijunjungnya memungkinkan manusia untuk berbuat dan bertindak secara susila.Drijarkara mengartikan manusia susila sebagai manusia yang memiliki nilai-nilai,menghayati,dan melaksanakan nilai tersebut dalam perbuatan.Nilai-nilai merupakan sesuatu yang dijunjung tinggi oleh manusia karena mengandung makna kebaikan,keluhuran,kemulian dan sebagainya,sehingga dapat diyakini dan dijadikan pedoman dalam hidup.Pendidikan kesusilaan berarti menanamkan kesadaran dan kesediaan melakukan kewajiban disamping hak pada peserta didik.

3. Dimensi keberagamaan
pada hakikatnya manusia adalah makhluk religius.beragama merupakan kebutuhan manusia karena manusia adalah makhluk yang lemah sehingga memerlukan tempat bertopang,agama menjadi sandaran vertikal manusia. dan Manusia adalah mahluk religius yang dianugerahi ajaran-ajaran yg dipercayainya yang didapatkan melalui bimbingan nabi demi kesehatan dan keselamatannya.Manusia sebagai mahluk beragama mempunyai kemampuan menghayati pengalaman diri dan dunianya menurut agama masing-masing. Pemahaman agama diperoleh melalui pelajaran agama, sembahyang, doa-doa maupun meditasi,komitmenaktif&praktekritual. Jauh dekatnya hubungan ditandai dengan tinggi rendahnya keimanan dan ketaqwaan manusia yang bersangkutan.Di dalam masyarakat Pancasila, meskipun agama dan kepercayaan yang dianutnya berbeda-beda, diupayakan terciptanya kehidupan beragama yang mencerminkan adanya saling pengertian, menghargai, kedamaian, ketentraman, & persahabatan.

4. Pengembangan Dimensi Hakekat Manusia.
Usaha pengembangan hakekat manusia dalam dimensi keindividuan, kesosialan, kesusilaan, & keberagamaan berangkat dari anggapan dasar bahwa manusia secara potensial memiliki semua dimensi tersebut, yang memungkinkan dan harus dapat dikembangkan secara bertahap, terarah dan terpadu melalui pendidikan sehingga dapat menjadi aktual. Konsep dasar pengembangan manusia sebagai makhluk individu Manusia sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kesemestaan mampu mengembangkan interelasi dan interaksi dengan orang lain secara selaras serasi seimbang tanpa kehilangan jati dirinya. Pengembangannya sebagai peserta didik diselenggarakan dalam lingkungan pendidikan keluarga, sekolah, & masyarakat pengembangan self extence menyangkut aspek jasmani-rohani,cipta-rasa-karsasebagaidimensikeindividuan.

5. Pengembangan manusia sebagai makhluk sosial
Manusia sejak lahir hingga ajalnya perlu dibantu oleh orang lain.Manusia harus merasa sadar dirinya terpanggil untuk berbuat baik bagi orang lain dan masyarakat.Pengembangan dimensi tersebut harus dimulai sejak di keluarga, sekolah dan masyarakat, untuk itu nilai/norma/kaidah yang berlaku didalam keluarga juga perlu dijunjung tinggi disekolah dan masyarakat.

6. Pengembangan manusia sebagai makhluk susila
Hanya manusia sajalah yang mampu menghayati norma-norma dan nilai-nilai dalam kehidupan sehingga dapat menetapkan pilihan tingkah laku yang baik dan yang buruk. Bagi manusia Indonesia norma-norma dan nilai-nilai yang perlu dikembangkan adalah nilai-nilai universal yang diakomodasi dan diadaptasi dalam nilai-nilai khas yang terkandung dalam budaya bangsa.Sebagai manusia Indonesia yang ideal adalah manusia yang memiliki pikiran,ide,gagasan yang terkristal dalam kelima nilai dasar dalam Pancasila. Pengembangan manusia sebagai makhluk beragama Sementara pihak ada yg lebih mengutamakan terciptanya suasana penghayatan keagamaan lebih dari pengajaran keagamaan.Untuk itu yg perlu diutamakan adalah sikap teladan dari orang tua, guru dan pendidik lainnya disertai dengan pilihan metode pendidikan yang tepat dan ditunjang dengan kemudahan-kemudahan fasilitas yang memadai.Demikian pula halnya di sekolah dan di masyarakat yang religius.

Read More..

Selasa, 20 Agustus 2013

HUBUNGAN BAIK BISA PUTUS KARENA ......???

Kadang kita sama-sama berpikir : "Ah... mungkin dia lagi sibuk..."
Akhirnya ga jadi telepon?
Terkadang, kita berpikir takut mengganggu...
Lama-kelamaan.. , Jadi cuek..,
Akhirnya muncul pemikiran : Ngapain sih aku yang hubungi dia duluan?
Kalo sudah begini, cinta kasih dalam pertemanan sudah berkurang..?
Akhirnya tidak ada lagi hubungan..
Semuanya jadi lupa...!!!
Komunikasi sangatlah penting dalam hubungan dengan teman, pasangan, keluarga, atasan maupun dengan TUHAN
Biar kita selalu dekat dengan
semua.. Itu menjadi alasanku, kenapa
aku menulis ini. Itu tandanya, aku nggak
pernah lupa sama kalian semua...
Tegur aku jika aku mulai sombong..
Tegur aku jika aku mulai angkuh..
Tegur aku jika aku mulai
salah.. Tegur aku jika aku mulai menjauh..
Tegur aku jika aku mulai cuek...
Tegur aku jika aku mulai menghilang..
Krna aku msh sangat butuh
teman, sahabat, saudara dan
keluarga seperti kalian untuk
hariini, esok, lusa dan
selamanya..bahk an hingga Akhirat nanti, ketika orang-
orang yang saling bertemu,
berpisah, bersaudara dan
bersama karna ALLAH..maka
akan dipertemukan kelak di
Syurga-Nya di atas mimbar- mimbar Cahaya dari kerlipan
rahmat Cinta-Nya.. Contohlah semut "SESIBUK"
apapun mereka bekerja selalu
menyempatkan untuk menyapa semut lainnya.
Read More..

Minggu, 30 Juni 2013

KETIKA KEPERGIAN SAHABAT MENGUBAH SUASANA

DIA, seorang sahabat yang dulu kukenal setelah aku menapakkan kaki tempatku bekerja. Dia bukan teman satu kantorku tapi dia teman satu lokasi dengan tempat kerjaku. Sebelumnya dia bukan siapa-siapa ku… tapi lama kelamaan dia menjadi seorang sahabat, yang apabila tak ada dia, maka suasana tak akan pernah ramai. Dia, bagiku memang tidak terlalu istimewa. Karna aku dengan dia tidak sedekat jari-jari tangan saat dikepal. Tapi sedikit banyak dia telah mengukir kata sahabat di antara kami. Biasanya dia akan memanggil namaku kamyad dan juga nama temanku yang lain satu persatu. biasanya dia akan meledek dan memaki tapi tak membuat sakit hati, biasanya setiap di akhir bulan membobol celengan bersama untuk membeli pop mie, biasanya setiap malam minggu maen PS bareng "hehehe.. maklum jomblo semua. hmmmmm…… tapi apa mau dikata, semua itu telah menjadi kenangan. mungkin kenangan terindah yang selalu akan aku dan temanku kenang…. dan jujur,, kuakui aku merasa kehilangan. kehilangan seorang sahabat yang sekaligus musuh di pertandingan PS, kehilangan suasana yang selama ini meriah dan menciptakan tawa dan canda kebahagiaan.. selamat jalan sahabat.. Semoga berhasil dan ªp ª ª kamu cita - citakan terwujud.Aminnnn.
Read More..